Dosen Pendidikan Informatika Ibu Handini Arga Damar Rani, M.Kom dan dosen prodi BK ibu Widya Novi Angga Dewi, S.Psi, S.Pd, M.Pd, Kons, serta Ibu. Dra Banun Sri Haksasi, M.Pd, Mengadakan pengabdian pada masyarakat pada salah satu TK di daerah Mijen dengan tema “Dampak era Layar pada Perkembangan anak”.

Pada zaman modern yang maju ini, orang tua lebih memperhatikan secara cerdas tumbuh kembang anak. Anak harus dipersiapkan lebih matang untuk menjadikan ungguk dengan segala potensi yang ada. Anak bukanlah komputer yang mempunyai kemampuan sempurna, tugas kita hanyalah mengaktifkan potensi-potensi yang ada, sehingga dapat menciptakan keunggulan bagi anak.

Orang tua pasti mengharapkan anak-anaknya hebat dan luar biasa. Jika kita kembali pada analogi “komputer” diatas, sangatlah bijak jika proses parenting dimulai sejak dini dan berkelanjutan, mungkin tanpa akhir, karena parenting bukanlah proses instan, tetapi merupakan adaptasi berkelanjutan sehingga dapat membentuk karakter anak yang akan kita pilih, dengan ciptaan kita sendiri dari stimulasi dalam parenting yang kita lakukan. Proses ini bisa dilakukan kapan saja, dan orang tua dituntut untuk secara kontinyu dan dinamis dalam melakukan stimulasi tersebut.

Anak-anak dapat dikenalkan dengan cita-cita, dia harus cerdas, mempunyai impian hidup. Tentu saja banyak hambatan, tantangan untuk mencetak anak cerdas apalagi dalam pengasuhan di era layar seperti masa pandemi seperti sekarang ini, anak terbiasa di depan layar, seperti layar HP, layar games, layar TV dan layar komputer.

Masa pandemi covid-19 ini dibeberapa sekolah mengalami tantangan yang sama. Tantangannya adalah anak menjadi ingin bermain game online disaat melakukan aktivitas belajarnya karena anak melakukan aktivitas belajar dengan menggunakan layar HP, layar laptop. Banyak anak yang menjadi kecanduan main game online karena orang tua kurang memperhatikan kegiatan anak setelah berlajar virtual dengan HP atau laptopnya. Untuk itu orang tua harus mampu menjaga aktivitas yang dilakukan anak, jangan sampai anak tidak mau belajar dan lebih memilih bermain game online dalam kegiatan belajar virtual yang dilakukan dalam pandemi covid-19 ini.

Tantangan pengasuhan di era layar ini, disatu sisi anak-anak dituntut terampil dalam mengaskses teknologi tetapi disisi lain, anak juga dapat mengaskses negatif terhadap penggunaan teknologi. Tantangan ini menjadikan tugas tambahan bagi orang tua untuk melakukan kontrol dan pendampingan saat anak sedang akses internet. Begitu juga orang tua juga perlu berhati-hati dalam menyimpan foto dan video yang tidak pantas agar tidak terlihat oleh anak. Ketika anak sedang menonton televisi arahkan pada tayangan yang sesuai dengan usia anak dan dampingi anak saat menonton tayangan televisi dan menjadikan tontonan sebagai sebuah media pembelajaran.

Orang tua diharapkan mampu berperan aktif bersama anak dalam menjadikan tontonan menjadi bentuk edukatif, luangkan waktu bersama anak agar kecerdasan dan kepandaian anak bisa terasah dengan sendirinya, lakukan kegiatan dengan have fun dalam setiap kegiatan keluarga dan miliki kedekatan emosional bersama anak.

Berdasarkan uraian diatas tantangan dalam era layar pada anak dalam pembelajaran virtual sangat dibutuhkan pendampingan sehingga bagaimana mencetak anak cerdas dalam tantangan era layar ini perlu diperhatikan oleh orang tua.  Oleh karena itu perlu diadakannya pengabdian di PAUD IT Kinari sebagai upaya pemahaman  agar orang tua mampu memanajemen dirinya untuk masa depan anaknya dengan membekali mereka dalam kecerdasan imu, kecerdasan emosi dan kecerdasan perilaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *